Senin, 23 Maret 2015

RUANG LINGKUP BISNIS
Pengertian ruang lingkup bisnis :
Bisnis → business  → busy  → sibuk
Bisnis merupakan suatu kegiatan atau cara yang digunakan oleh suatu organisasi maupun secara individual dalam rangka menciptakan atau mengembangkan suatu barang ataupun jasa demi memenuhi kebutuhan konsumen dengan tujuan  untuk mencari keuntungan yang maksimal.
Jenis – jenis bisnis
Ø  Perdagangan Adalah suatu proses yang terjadi karena adanya penjual, pembeli, dan adanya barang yang ingin diperdagangkan.
Ø  Penyimpanan Adalah salah satu dari jenis – jenis berbisnis, dengan syarat ada penyimpan dan penabungnya. Para penabung biasnya di beri bunga beberapa persen dari jumlah saldo yang di tabungnya.
Ø  Pembelanjaan Adalah proses untuk mengubah suatu manfaat benda menjadi manfaat benda yang lain.
Ø  Penyampaian informasi. Merupakan bagian dari perdagangan jasa. Dengan mengumpulkan informasi – informasi umum yang penting, sesorang bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat luas secara komersil.
Tujuan Kebijaksanaan Bisnis
Kebijakan adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara terencana dan konsisten dalam mencapai tujuan tertentu.
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Dalam jangka panjang, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun terdapat banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnisnya, diantaranya:
·           Market standing, yaitu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka panjang.
·           Innovation, yaitu inovasi dalam produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian. Tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui inovasi adalah menciptakan nilai tambah pada suatu produk, misalnya shampoo 2 in 1.
·           Physical and financial resources, perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangkan perusahaan menjadi semakin besar dan semakin menguntungkan.
·           Manager performance and development, manager merupakan orang yang secara operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan.
·           Worker Performance and Attitude, untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.
·           Public Responsibility, bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi dan menciptakan lapangan kerja, dll.
Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
1.        Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Jenis-jenis sistem perekonomian :
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi
4 macam, yaitu :
1.        Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·           Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
·           Hanya sedikit menggunakan modal
·           Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
·           Belum mengenal pembagian kerja
·           Masih terikat tradisi
·           Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·           Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
·           Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
·           Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·           Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
·           Mutu barang hasil produksi masih rendah
Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
2.        Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·           Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
·           Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
·           Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
·           Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
·           Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
·           Persaingan dilakukan secara bebas
·           Peranan modal sangat vital
Kebaikan dari sistem ekonomi pasar antara lain:
·           Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·           Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·           Munculnya persaingan untuk maju
·           Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
·           Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
·           Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
·           Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·           Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·           Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
·           Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu
3.        Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi komando adalah :
·           Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
·           Hak milik perorangan tidak diakui
·           Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
·           Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
·           Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah:
·           Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·           Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
·           Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
·           Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
·           Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
·           Mematikan inisiatif individu untuk maju
·           Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
·           Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
4.        Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·           Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·           Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·           Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·           Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang
·           Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
Kesempatan Bisnis atau Usaha

Langkah  pertama untuk mengenali kesempatan bisnis adalah kenali diri Anda sendiri. Bagaimana dengan minat dan  kemampuan Anda ? Apakah kekuatan dan kelemahan, dan apa yang membuat Anda bersemangat ? Bisnis adalah salah satu bidang yang luas. Bisnis termasuk peringkat sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari lulusan perguruan tinggi. Lulusan nya memiliki berbagai kesempatan kerja di sektor swasta, sektor publik, dan non-profit.
Belajar bisnis itu menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif , tantangan pemasaran dan penjualan barang dan jasa, kemampuan menangani proyek, negoisasi dan menghasilkan penjualan. Jika Anda ingin memulai bisnis Anda sendiri atau menjadi wirausahawan. Memulai berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi sebagai langkah persiapan awal yang baik. Dengan belajar bisnis, Anda memiliki peluang untuk sukses. Pilihan karir yang tak terbatas dan potensi pendapatan yang sangat baik. Tergantung kepada Anda mau mengambil kesempatan atau menghilangkannya begitu saja.
Belajar bisnis tidak harus melalui lembaga pendidikan yang formal. Anda bisa mempelajarinya dengan langsung praktek, mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mengikuti forum bisnis dan masih banyak lagi.

Semakin anda sering mencoba belajar berbisnis, maka hal itu merupakan kesempatan paling efektif. Berbisnis terbuka bagi siapa saja yang mau mencoba dan belajar. Entah itu pria atau wanita, muda atau tua, single atau sudah menikah. Peluang berbisnis bisa anda mulai dari bisnis baju, makanan,property, kebutuhan rumah tangga atau jasa. Hakikat Bisnis: Dari pengertian businessmen, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seorang businessmen adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang beresiko dalam mengejar tujuannya. Untuk dapat mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan landasan pemikiran , sikap dan perilaku yang mendukung pada diri seorang businessmen . landasan pemikiran , Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang businessmen agar businessmen tersebut dapat maju/sukses.
Mengapa Harus Belajar Bisnis ?
Peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan dari masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan.Setiap perusahaan yang berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskanbagi konsumennya.

Bisnis membuka sebuah lapangan kerja baru untuk masyarakat sekitar, kita akan jadi lebih berwibawa dalam mengemban tugas hidup di dunia.
Selain itu, untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang – menciptakan kekayaan dan kesejahteraan, kemakmuran dan pilihan pekerjaan. Dengan adanya bisnis ini kita akan mendapatkan beberapa keuntungan yang tidak akan pernah kita duga-duga, kita juga akan lebih banyak dikenal orang, mendapatkan wawasan yang luas dan kita bisa belajar dengan orang-orang yang telah sukses sebelum kita.
V. Unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi

*Definisi:
         Menjelaskan variabel(suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan).Variabel ini di bedakan menjadi 2 yaitu: 

1.Variabel endogenus
2.Variabel eksogenus
*Asumsi:
        Kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian yang sangat kompleks,sehingga di buat gambaran yang lebih sederhana mengenai suatu hubungan peristiwa dengan faktor yang mempengaruhinya.
  
VI. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebsinis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Melihat asal katanya (bahasa Inggris) berarti Perusahaan, Urusan atau Usaha. Hugges and Kapoor menyatakan :
“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society’s needs. The general term business refers to all such efforts within a society or within an industry.”
Orang yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis di sebut entrepreneur.
Adakah bisnis yang tidak bermotif mencari keuntungan? Kalau diamati ada bisnis yang bermotif tidak mencari keuntungan seperti sekolah / perguruan tinggi CIC, PDAM, PLN, Pembuatan SIM/KTP, Puskesmas, RSUD, kebersihan kota, keamanan dan ketertiban lalu lintas. Walaupun ada pembayaran dari konsumen lebih diarahkan untuk operasional bisnis tersebut bukan mencari keuntungan bagi pemiliknya.
Hal di atas terkait definisi dari Brown and Petrello yang menyatakan :
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people.”
Bisnis dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan jenis kegiatannya :
(1) Bisnis ekstraktif;
(2) Bisnis agraris;
(3) Bisnis industry;
(4) Bisnis jasa;
Dapat juga berkembang menjadi berbagai macam kegiatan, seperti :
Usaha pertanian, produksi bahan mentah, pabrik / manufaktur, konstruksi, usaha perdagangan besar dan kecil, transportasi dan komunikasi, usaha financial, asuransi, dan real estate, usaha jasa, dan usaha yang dilakukan oleh pemerintah.
Bisnis dibedakan menjadi 4 macam kegunaan :
·                     kegunaan bentuk / form utility;
·                     kegunaan tempat / place utility;
·                     kegunaan waktu / time utility;
·                     kegunaan pemilikan / possession utility.
Mengapa anda perlu belajar bisnis? berbisnis adalah hal sangat di perllukan di kehidupan kita. Pada kenyataanya, bisnis dan kehidupan sehari-hari memang saling berkaitan, dan tanpa kita sadari, sebenarnya kita selalu melakukan kegiatan bisnis.
Keuntungan belajar bisnis misalnya, jika pandai berbisnis seperti mennjual suatu barang, anda tentu mendapat untung, Seperti uang. Jika anda mendapat uang, maka bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan annda seperti jajan, belanja dan untuk membayar uang sekolah sendiri, atau bahkan untuk ditabung. Atau jika anda ingin melanjutkan bisnis anda, bisa untuk modal investasi anda dan lain-lain.
Kebutuhan hidup dan keinginan manusia terhadap segala sesuatu baik barang maupun jasa yang menjadikan alasan utama mengapa bisnis itu ada dan mengapa ilmu bisnis itu di perlukan bagi setiap orang. Pengetahuan dalam berbisnis merupakan salah satu modal yang harus dimiliki setiap individu guna memperlengkap kemampuan-kemampuan mereka dalam menghadapi era globalisasi. Dan pengetahuan berbisnis memang harus diberikan kepada masyarakat indonesia khususnya pelajar dan mahasiswa. Guna menghadapi era globalisasi ini seperti yang kita tau.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan bisnis
a.        Faktor Ekonomi dipengaruhi :
1)        Jenis usaha yang dipilih harus jenis usaha yang memproduksi kebutuhan masyarakat belum jenuh pasarnya, menguntungkan. Alasannya barang yang dihasilkan akan laku terjual karena benar-benar dibutuhkan masyarakat, pasar yang dimasuki, jumlah produsennya masih sedikit sehingga mungkin akan memenangkan persaingan usaha masih besar, usaha yang menguntungkan akan memperbesar modal dan kemampuan untuk mengembangkan usaha.
2)        Modal yaitu besar kecilnya modal harus diperhitungkan dengan matang karena dapat menentukan mutu dan jumlah produk yang akan dihasilkan.
3)        Bahan mentah dan bahan penolong yaitu ketersediaanya harus terjamin agar mutu dan harga produk tetap bersaing.
4)        Tenaga kerja merupakan faktor ekonomi yang merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan kegiatan, mengontrolnya.
b.        Faktor non ekonomi
1)        Tingkat sosial masyarakat yaitu meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan selera.
2)        Produk yaitu produk-produk yang dihasilkan badan usaha selalu disesuaikan dengan budaya masyarakat yang menjadi konsumennya.
3)        Lingkungan yaitu karena lingkungan yang aman, sehat, kondisi masyarakat yang baik sangat membantu kelancaran bisnis.
4)        Alam yaitu karena kondisi alam yang tidak bersahabat dapat menggagalkan kegiatan bisnis
5)        Kondisi sosial polotik dan hukum yaitu jika kondisi sosial politik dan hukum negara tempat ia berbisnis tidak stabil makam kegiatan badan usaha tersebut akan terganggu.
6)        Kebijakan pemerintah bisa dilihat dari pengaruh peraturan pemerinah tentang penurunan bea ekspor yang mendorong eksportir meningkatkan kegiatan ekspornya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia
1.        Inflasi
Dalam ilmu ekonomi inflasi adalah proses naiknya harga barang-barang secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Definisi lainnya adalah proses menurunya nilai mata uang secara kontinu. Ini adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya suatu harga.
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu ;
·      demand pull inflation terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga.  Misalnya, karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai oleh pengeluaran negara atau kenaikan permintaan luar negeri terhadap barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah.
·      cost push inflation terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Bisa jadi karena kenaikan harga sarana yang didatangkan dari luar negeri atau kenaikan harga bahan bakar (minyak)
Sedangkan berdasarkan asal dari inflasi, maka bisa digolongkan menjadi;
·      Domestic Inflation, berasal dari dalam negeri. Misalnya karena defisit anggaran belanja yang disebabkan oleh percetakan uang, panen gagal, dll
·      Imported Inflation, berasal dari luar negeri, timbul karena kenaikan harga barang-barang diluar negeri atau di negara-negara langganan berdagang kita. Penularannya bisa melalui kenaikan harga barang ekspor.
Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Inflasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu ;
·      inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
·      Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
·      Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
·      Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
IHK (Indeks Harga Konsumen) merupakan indikator yang paling sering digunakan untuk mengambarkan pergerakan suatu harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang sering dikonsumsi.
2.        Pengangguran
Menurut Sukirno (2004: 28) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International Labor Organization (ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:
·      Pengangguran terbuka adalah seseorang yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.
·      Setengah pengangguran terpaksa adalah seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri (berusaha sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).
Sedangkan menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa:
·      Setengah pengangguran terpaksa adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang masih mencari pekerjaan atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.
·      Setengah pengangguran sukarela adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain (BPS, 2000: 14).
Berdasarkan kepada faktor-faktor yang menimbulkannya, pengangguran dibedakan kepada tiga jenis, yaitu (Simanjuntak, 1998: 14):
·      Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi akibat kesenjangan waktu, informasi, maupun kondisi geografis antara pencari kerja dan lowongan kerja.
·   Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena pencari kerja tidak memenuhi          persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang ada.
·   Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. Pengangguran berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi di sektor pertanian.
Untuk mengelompokkan masing-masing pengangguran tersebut perlu diperhatikan dimensi-dimensi yang berkaitan dengan pengangguran itu sendiri, yaitu (Bakir, 1984: 35):
1.    Intensitas pekerjaan (yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi makanan).
2.    Waktu (banyak di antara mereka yang bekerja ingin bekerja lebih lama).
3.    Produktivitas (kurangnya produktivitas seringkali disebabkan oleh kurangnyaSDM)
Berdasarkan dimensi di atas pengangguran dapat dibedakan atas (BPS, 2000: 8) yaitu:
1.    Pengangguran terbuka, baik terbuka maupun terpaksa. Secara sukarela, mereka tidak mau bekerja karena mengharapkan pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan pengangguran terpaksa, mereka mau bekerja tetapi tidak memperoleh pekerjaan.
2.  Setengah pengangguran (under unemployment) yaitu mereka yang bekerja di mana waktu yang mereka pergunakan kurang dari yang biasa mereka kerjakan.
3.   Tampaknya mereka bekerja, tetapi tidak bekerja secara penuh. Mereka tidak digolongkan sebagai pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
·      Pengangguran tak kentara (disguised unemployment).
·      Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment).
·      Pensiunan awal.
3.    Tabungan dan investasi
Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakanuntuk konsumsi.Tabungan biasanya disimpan dibank dalam bentuksaving (tabungan ), demand deposit (giro), dan deposit (deposito). Ada pulatabungan yang digunakan untuk mendapatkan aktiva-aktiva keuanganatau fisik, misalnya saham, sebagai balas jasanya mendapatkan deviden,bunga, dan penerimaan sewa.
Faktor yang Mempengaruhi
·      Pendapatan Masyarakat
Pendapatan sangat berpengaruh terhadap tingkat tabungan. Semakinbesar pendapatan semakin besar dorongan untuk menabung sebagiandari pendapatan.
·      Tinggi rendahnya suku bunga 
Tingkat suku bunga juga sangat berpengaruh terhadap tingkattabungan karena semakin tinggi tingkat suku bunga maka masyarakatakan semakin bersemangat untuk menabung.
·      Kepercayaan terhadap bank
Apabila suatu bank tidak dipercaya maka tingkat tabungan akanmenurun.
·      Kondisi perekonomian makro
Bila kondisi perekonomian tidak stabil, krisis ekonomi dan moneterterus berlangsung, pengangguran cenderung meluas, masyarakat akanlebih memilih hal yang utama sehingga mengakibatkan menurunnyatingkat konsumsi dan tabungan.
·      Hasrat untuk menabung
Hasrat untuk menabung ataumarginal propensity to save (MPS)merupakan kecenderungan tambahan untuk menabung.
·      Distribusi Pendapatan
·      Dana Pensiun
·      Tabungan dan kekayaan yang sudah ada

Investasi
PengertianInvestasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperluas dan meningkatkan produksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya investasi dapat dibedakan menjadi investasi bruto dan investasi neto.
  Investasi Bruto
Investasi untuk meningkatkan kemampuan untuk memproduksi barangdan jasa serta investasi pembelian benda-benda modal mengalamipenyusutan. Adapun yang termasuk investasi bruto adalah pembelianbarang-barang modal, seperti tanah, mesin-mesin industri, kendaraanmembangun pabrik, kantor, perumahan, dan pembelian bahan-bahanserta barang-barang persediaan
  Investasi Netto
Investasi bruto dikurangi penyusutan selama satu tahun. Dilihat darisudut apakah investasi itu dipengaruhi oleh pendapatan nasional atautidak, maka investasi dibagi 2 yaitu:
 Autonomous Investment adalah investasi mandiri yang tidakdipengaruhi oleh pendapatan nasional. Pada umumnya investasi inidilakukan oleh pengusaha.
 Induced Investment adalah investasi yang dipengaruhi adanyapenanaman modal yang yang dipengaruhi oleh pendapatannasional. Makin tinggi pendapatan nasional mekin besar jumlah investasi

4.  Pemerintah
Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan peran pemeritah dalam sistem perekonomiannya. Tidak juga di negara yang menganut sistem kapitalis, yang menghendaki peran swasta lebih dominan dalam mengelola perekonomiannya. Karena di dunia ini tidak ada satupun negara yang menerapkan sistem kapitalis murni. Menurut Adam Smith, ahli ekonomi kapitalis mengatakan peranan pemerintah hanya meliputi tiga fungsi saja, yaitu:
  Memelihara keamanan dan pertahanan dalam negeri
  Menyelenggarakan peradilan
  Menyediakan barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh pihak swasta
Dlam masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan kemajuan akibat semakin majunya teknologi dan banyaknya penemu-penemu baru serta semakin terbukanya perekonomian antar negara, menyebabkan begitu banyak kepentingan yang saling terkait dan berbenturan.  Hal ini menyebabkan peranan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan perekonomian, karena tidak semua bidang perekonomian bisa dilaksanakan oleh pihak swasta. Dengan demikian dalam sistem perekonomian modern, peranan pemerintah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu:
  Peranan Alokasi
  Peranan Distribusi
  Peranan Stabilisasi
Peranan Stabilisasi
Peranan alokasi oleh pemerintah ini sangat dibuthkan terutama dalam hal penyediaan barang-barang yang tidak dapat disediakan oleh swasta yaitu barang-barang umum atau disebut jugabarang publik. Karena dalam sistem perekonomian suatu negara, tidak semua barang dapat disediakan oleh swasta dan dapat diperoleh melalui sistem pasar. Dalam hal seperti ini maka pemerintah harus bisa menyediakan apa yang disebut barang publik tadi. Tidak dapat tersedianya barang-barang publik tersebut melalui sistem pasar disebut dengan kegagalan pasar. Hal ini dikarenakan manfaat dari barang tersebut tidak dapat dinikmati hanya oleh yang memiliki sendiri, tapi dapat dimiliki/dinikmati pula oleh yang lain, dengan kata lain, barang tersebut tidak mempunyai sifat pengecualian seperti halnya barang swasta.
Peranan Distribusi
Peranan distribusi ini merupaka peranan pemerintah sebagai distribusi pendapatan dan kekayaan. Tidak mudah bagi pemerintah dalam menjalankan peranan ini, karena distribusi ini berkaitan erat dengan dengan masalah keadilan. Sedangkan masalah keadilan sudah ini sudah terlalu kompleks, sebab keadilan ini merupakan satu masalah yang bisa ditinjau dari berbagai presepsi, bahkan masalah keadilan ini juga tergantung dari pandangan masyarakat terhadap keadilan itu sendiri, karena keadilan itu merupakan masalah yang relatif dan dinamis. Kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi penghasilan yang ada dalam masyarakat
Peranan Stabilisasi
Kegiatan menstabilisasikan perekonomian yaitu dengan menggabungkan kebijakan-kebijakan moneter dan kebijakan-kebijakan lain seperti kebijakan fiskal dan perdagangan untuk meningkatkan atau mengurangi besarnya permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan fullemployment dan menghindari inflasi maupun deflasi. Peranan tabilisasi pemerintah dibutuhkan jika terjadi gangguan dalm menstabilkan perekonomian, seperti: terjadi deflasi, inflasi, penurunan permintaan/penawaran suatu barang, yang nantinya masalah-masalah tersebut akan mengangkibatkan timbulnya masalah yang lain secara berturut-turut, seperti pengangguran, stagflasi, dll.
5.     Produktifitas
Produktivitas, khususnya produktivitas tenaga kerja memiliki hubungan langsung dan positif dengan pertumbuhan ekonomi. Produktivitas tenaga kerja meningkat berarti jumlah kerja yang sama seperti sebelumnya dapat menghasilkan lebih sekarang. Seiring dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, output yang dihasilkan yaitu, peningkatan produksi  Seiring dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, begitu pula pendapatan dengan tenaga kerja. Jadi kenaikan konsumsi mereka, yang mengarah ke peningkatan permintaan agregat perekonomian.
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan sangat berpengaruh adalah inflasi dan pengangguran. Semakin mahalnya harga barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian maka akan mengakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut, besar kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, lima faktor di atas harus berjalan beriringan dan seimbang.
Selain faktor-faktor di atas, terdapat juga variabel-variabel yang mempengaruhi dunia bisnis, yaitu :
  1. Variabel Ekonomi. Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
  2. Variabel Teknologi. Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.
  3. Variabel Politik. Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
  4. Variabel Sosial
  • Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
  • Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
  • Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar