RUANG LINGKUP BISNIS
Pengertian ruang lingkup bisnis :
Bisnis
→ business → busy → sibuk
Bisnis merupakan suatu kegiatan atau
cara yang digunakan oleh suatu organisasi maupun secara individual dalam rangka
menciptakan atau mengembangkan suatu barang ataupun jasa demi memenuhi
kebutuhan konsumen dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang maksimal.
Jenis – jenis bisnis
Ø
Perdagangan Adalah suatu
proses yang terjadi karena adanya penjual, pembeli, dan adanya barang yang
ingin diperdagangkan.
Ø
Penyimpanan Adalah salah
satu dari jenis – jenis berbisnis, dengan syarat ada penyimpan dan penabungnya.
Para penabung biasnya di beri bunga beberapa persen dari jumlah saldo yang di
tabungnya.
Ø
Pembelanjaan Adalah proses
untuk mengubah suatu manfaat benda menjadi manfaat benda yang lain.
Ø
Penyampaian informasi. Merupakan
bagian dari perdagangan jasa. Dengan mengumpulkan informasi – informasi umum
yang penting, sesorang bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat luas
secara komersil.
Tujuan Kebijaksanaan Bisnis
Kebijakan adalah suatu ketetapan yang
memuat prinsip-prinsip untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara
terencana dan konsisten dalam mencapai tujuan tertentu.
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir
yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan
merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh
bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang
akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan
dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Dalam jangka panjang, tujuan yang
ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun terdapat
banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnisnya, diantaranya:
·
Market standing, yaitu penguasan
pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan
penjualan dan profit dalam jangka panjang.
·
Innovation, yaitu inovasi dalam
produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian. Tujuan bisnis yang ingin
dicapai melalui inovasi adalah menciptakan nilai tambah pada suatu produk,
misalnya shampoo 2 in 1.
·
Physical and financial resources,
perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan
untuk mengembangkan perusahaan menjadi semakin besar dan semakin menguntungkan.
·
Manager performance and development,
manager merupakan orang yang secara operasional bertanggung jawab terhadap
pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik,
manager perlu memiliki berbagai kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya.
Maka diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui
serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and
development yang berkelanjutan.
·
Worker Performance and Attitude,
untuk kepentingan jangka panjang, maka sikap para karyawan terhadap perusahaan
dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik.
·
Public Responsibility, bisnis harus
memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat,
mencegah terjadinya polusi dan menciptakan lapangan kerja, dll.
Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
1.
Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem
yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa
sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam
sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan
sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem
ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan
alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak
kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil
produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang
mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran
dan permintaan.
Jenis-jenis sistem perekonomian :
Sistem ekonomi sebagai solusi dari
permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi
4 macam, yaitu :
1.
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan
sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun
dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·
Teknik produksi dipelajari secara
turun temurun dan bersifat sederhana
·
Hanya sedikit menggunakan modal
·
Pertukaran dilakukan dengan sistem
barter (barang dengan barang)
·
Belum mengenal pembagian kerja
·
Masih terikat tradisi
·
Tanah sebagai tumpuan kegiatan
produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·
Tidak terdapat persaingan yang tidak
sehat, hubungan antar individu sangat erat
·
Masyarakat merasa sangat aman, karena
tidak ada beban berat yang harus dipikul
·
Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·
Teknologi yang digunakan masih sangat
sederhana, sehingga produktivitas rendah
·
Mutu barang hasil produksi masih
rendah
Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut
sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku
badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
2.
Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu
sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi
dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai
dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and
Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·
Setiap orang bebas memiliki barang,
termasuk barang modal
·
Setiap orang bebas menggunakan barang
dan jasa yang dimilikinya
·
Aktivitas ekonomi ditujukan untuk
memperoleh laba
·
Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan
oleh masyarakat (Swasta)
·
Pemerintah tidak melakukan intervensi
dalam pasar
·
Persaingan dilakukan secara bebas
·
Peranan modal sangat vital
Kebaikan dari sistem ekonomi pasar antara lain:
·
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi
masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·
Setiap individu bebas memiliki
sumber-sumber produksi
·
Munculnya persaingan untuk maju
·
Barang yang dihasilkan bermutu
tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
·
Efisiensi dan efektivitas tinggi
karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
·
Kelemahan dari sistem ekonomi antara
lain:
·
Sulitnya melakukan pemerataan
pendapatan
·
Cenderung terjadi eksploitasi kaum
buruh oleh para pemilik modal
·
Munculnya monopoli yang dapat
merugikan masyarakat
·
Sering terjadi gejolak dalam
perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu
3.
Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem
ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam
mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan
jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang
tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi komando adalah :
·
Semua alat dan sumber-sumber daya
dikuasai pemerintah
·
Hak milik perorangan tidak diakui
·
Tidak ada individu atau kelompok yang
dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
·
Kebijakan perekonomian diatur
sepenuhnya oleh pemerintah
·
Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat
adalah:
·
Pemerintah lebih mudah mengendalikan
inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·
Pasar barang dalam negeri berjalan
lancar
·
Pemerintah dapat turut campur dalam
hal pembentukan harga
·
Relatif mudah melakukan distribusi
pendapatan
·
Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
·
Mematikan inisiatif individu untuk
maju
·
Sering terjadi monopoli yang
merugikan masyarakat
·
Masyarakat tidak memiliki kebebasan
dalam memilih sumber daya
4.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan
dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling
berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·
Merupakan gabungan dari sistem
ekonomi pasar dan terpusat
·
Barang modal dan sumber daya yang
vital dikuasai oleh pemerintah
·
Pemerintah dapat melakukan intervensi
dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan
mengawasi kegiatan swasta.
·
Peran pemerintah dan sektor swasta
berimbang
·
Penerapan sistem ekonomi campuran
akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan
ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada
negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada
adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan
negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah
menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi
sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi
campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga
mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa
pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem
ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah
ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
Kesempatan Bisnis atau Usaha
Langkah pertama untuk
mengenali kesempatan bisnis adalah kenali diri Anda sendiri. Bagaimana dengan
minat dan kemampuan Anda ? Apakah kekuatan dan kelemahan, dan apa
yang membuat Anda bersemangat ? Bisnis adalah salah satu bidang yang luas.
Bisnis termasuk peringkat sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari
lulusan perguruan tinggi. Lulusan nya memiliki berbagai kesempatan kerja di
sektor swasta, sektor publik, dan non-profit.
Belajar bisnis itu menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif , tantangan
pemasaran dan penjualan barang dan jasa, kemampuan menangani proyek, negoisasi
dan menghasilkan penjualan. Jika Anda ingin memulai bisnis Anda sendiri atau
menjadi wirausahawan. Memulai berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi
sebagai langkah persiapan awal yang baik. Dengan belajar bisnis, Anda memiliki
peluang untuk sukses. Pilihan karir yang tak terbatas dan potensi pendapatan
yang sangat baik. Tergantung kepada Anda mau mengambil kesempatan atau
menghilangkannya begitu saja.
Belajar bisnis tidak harus melalui
lembaga pendidikan yang formal. Anda bisa mempelajarinya dengan langsung
praktek, mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mengikuti forum bisnis dan
masih banyak lagi.
Semakin anda sering mencoba belajar
berbisnis, maka hal itu merupakan kesempatan paling efektif. Berbisnis terbuka
bagi siapa saja yang mau mencoba dan belajar. Entah itu pria atau wanita, muda
atau tua, single atau sudah menikah. Peluang berbisnis bisa anda mulai dari
bisnis baju, makanan,property, kebutuhan rumah tangga atau jasa. Hakikat
Bisnis: Dari pengertian businessmen, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
seorang businessmen adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan,
dan memiliki motivasi tinggi, yang beresiko dalam mengejar tujuannya. Untuk
dapat mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan landasan pemikiran , sikap dan
perilaku yang mendukung pada diri seorang businessmen . landasan pemikiran ,
Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh
seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif
merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang businessmen agar
businessmen tersebut dapat maju/sukses.
Mengapa Harus Belajar Bisnis ?
Peranan bisnis sangatlah penting
dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan
akan dapat memenuhi setiap kebutuhan dari masyarakat konsumen yang beraneka
ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan.Setiap perusahaan yang berkinerja
baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskanbagi konsumennya.
Bisnis membuka sebuah lapangan kerja
baru untuk masyarakat sekitar, kita akan jadi lebih berwibawa dalam mengemban
tugas hidup di dunia.
Selain itu, untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang
– menciptakan kekayaan dan kesejahteraan, kemakmuran dan pilihan pekerjaan.
Dengan adanya bisnis ini kita akan mendapatkan beberapa keuntungan yang tidak
akan pernah kita duga-duga, kita juga akan lebih banyak dikenal orang,
mendapatkan wawasan yang luas dan kita bisa belajar dengan orang-orang yang
telah sukses sebelum kita.
V. Unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
*Definisi:
Menjelaskan
variabel(suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan).Variabel ini di
bedakan menjadi 2 yaitu:
1.Variabel
endogenus
2.Variabel eksogenus
*Asumsi:
Kegiatan ekonomi dan kehidupan
perekonomian yang sangat kompleks,sehingga di buat gambaran yang lebih
sederhana mengenai suatu hubungan peristiwa dengan faktor yang mempengaruhinya.
VI. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi
kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang
pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba
untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari
kepuasan masyarakat itulah si pebsinis akan mendapatkan keuntungan dan
pengembangan usahanya.
Melihat asal katanya (bahasa Inggris) berarti
Perusahaan, Urusan atau Usaha. Hugges and Kapoor menyatakan :
“Business is the organized effort of individuals to
produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society’s
needs. The general term business refers to all such efforts within a society or
within an industry.”
Orang yang berusaha menggunakan uang dan waktunya
dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis di sebut
entrepreneur.
Adakah bisnis yang tidak bermotif mencari keuntungan?
Kalau diamati ada bisnis yang bermotif tidak mencari keuntungan seperti sekolah
/ perguruan tinggi CIC, PDAM, PLN, Pembuatan SIM/KTP, Puskesmas, RSUD,
kebersihan kota, keamanan dan ketertiban lalu lintas. Walaupun ada pembayaran
dari konsumen lebih diarahkan untuk operasional bisnis tersebut bukan mencari
keuntungan bagi pemiliknya.
Hal di atas terkait definisi dari Brown and Petrello
yang menyatakan :
“Business is an institution which produces goods and
services demanded by people.”
Bisnis dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan jenis
kegiatannya :
(1) Bisnis ekstraktif;
(2) Bisnis agraris;
(3) Bisnis industry;
(4) Bisnis jasa;
Dapat juga berkembang menjadi berbagai macam kegiatan,
seperti :
Usaha pertanian, produksi bahan mentah, pabrik /
manufaktur, konstruksi, usaha perdagangan besar dan kecil, transportasi dan
komunikasi, usaha financial, asuransi, dan real estate, usaha jasa, dan usaha
yang dilakukan oleh pemerintah.
Bisnis dibedakan menjadi 4 macam kegunaan :
·
kegunaan bentuk / form utility;
·
kegunaan tempat / place utility;
·
kegunaan waktu / time utility;
·
kegunaan pemilikan / possession
utility.
Mengapa anda perlu belajar bisnis? berbisnis adalah hal
sangat di perllukan di kehidupan kita. Pada kenyataanya, bisnis dan kehidupan
sehari-hari memang saling berkaitan, dan tanpa kita sadari, sebenarnya kita
selalu melakukan kegiatan bisnis.
Keuntungan belajar bisnis misalnya, jika pandai
berbisnis seperti mennjual suatu barang, anda tentu mendapat untung, Seperti
uang. Jika anda mendapat uang, maka bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan
annda seperti jajan, belanja dan untuk membayar uang sekolah sendiri, atau
bahkan untuk ditabung. Atau jika anda ingin melanjutkan bisnis anda, bisa untuk
modal investasi anda dan lain-lain.
Kebutuhan hidup dan keinginan manusia terhadap segala
sesuatu baik barang maupun jasa yang menjadikan alasan utama mengapa bisnis itu
ada dan mengapa ilmu bisnis itu di perlukan bagi setiap orang. Pengetahuan
dalam berbisnis merupakan salah satu modal yang harus dimiliki setiap individu
guna memperlengkap kemampuan-kemampuan mereka dalam menghadapi era
globalisasi. Dan pengetahuan berbisnis memang harus diberikan kepada
masyarakat indonesia khususnya pelajar dan mahasiswa. Guna menghadapi era
globalisasi ini seperti yang kita tau.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kegiatan bisnis
a.
Faktor Ekonomi dipengaruhi :
1)
Jenis usaha yang dipilih harus jenis
usaha yang memproduksi kebutuhan masyarakat belum jenuh pasarnya,
menguntungkan. Alasannya barang yang dihasilkan akan laku terjual karena
benar-benar dibutuhkan masyarakat, pasar yang dimasuki, jumlah produsennya
masih sedikit sehingga mungkin akan memenangkan persaingan usaha masih besar,
usaha yang menguntungkan akan memperbesar modal dan kemampuan untuk
mengembangkan usaha.
2)
Modal yaitu besar kecilnya modal
harus diperhitungkan dengan matang karena dapat menentukan mutu dan jumlah
produk yang akan dihasilkan.
3)
Bahan mentah dan bahan penolong yaitu
ketersediaanya harus terjamin agar mutu dan harga produk tetap bersaing.
4)
Tenaga kerja merupakan faktor ekonomi
yang merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan kegiatan, mengontrolnya.
b.
Faktor non ekonomi
1)
Tingkat sosial masyarakat yaitu
meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan selera.
2)
Produk yaitu produk-produk yang
dihasilkan badan usaha selalu disesuaikan dengan budaya masyarakat yang menjadi
konsumennya.
3)
Lingkungan yaitu karena lingkungan
yang aman, sehat, kondisi masyarakat yang baik sangat membantu kelancaran
bisnis.
4)
Alam yaitu karena kondisi alam yang
tidak bersahabat dapat menggagalkan kegiatan bisnis
5)
Kondisi sosial polotik dan hukum
yaitu jika kondisi sosial politik dan hukum negara tempat ia berbisnis tidak
stabil makam kegiatan badan usaha tersebut akan terganggu.
6)
Kebijakan pemerintah bisa dilihat
dari pengaruh peraturan pemerinah tentang penurunan bea ekspor yang mendorong
eksportir meningkatkan kegiatan ekspornya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia
1.
Inflasi
Dalam ilmu ekonomi inflasi adalah
proses naiknya harga barang-barang secara umum dan terus menerus berkaitan
dengan mekanisme pasar, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat atau
adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Definisi lainnya adalah proses
menurunya nilai mata uang secara kontinu. Ini adalah proses dari suatu
peristiwa, bukan tinggi rendahnya suatu harga.
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dibagi menjadi 2 jenis
yaitu ;
·
demand pull inflation terjadi
akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh
membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan
memicu perubahan pada tingkat harga. Misalnya, karena bertambahnya
pengeluaran pemerintah yang dibiayai oleh pengeluaran negara atau kenaikan
permintaan luar negeri terhadap barang-barang ekspor atau bertambahnya
pengeluaran investasi swasta karena kredit murah.
·
cost push inflation terjadi
akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan
distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat
secara signifikan. Bisa jadi karena kenaikan harga sarana yang didatangkan dari
luar negeri atau kenaikan harga bahan bakar (minyak)
Sedangkan berdasarkan asal dari inflasi, maka bisa
digolongkan menjadi;
·
Domestic Inflation, berasal dari
dalam negeri. Misalnya karena defisit anggaran belanja yang disebabkan oleh
percetakan uang, panen gagal, dll
·
Imported Inflation, berasal dari
luar negeri, timbul karena kenaikan harga barang-barang diluar negeri atau di
negara-negara langganan berdagang kita. Penularannya bisa melalui kenaikan
harga barang ekspor.
Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua
yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Inflasi dibagi menjadi
4 golongan yaitu ;
·
inflasi ringan (kurang
dari 10% / tahun)
·
Inflasi sedang (antara
10% sampai 30% / tahun)
·
Inflasi berat (antara
30% sampai 100% / tahun)
·
Hiperinflasi (lebih
dari 100% / tahun)
IHK (Indeks Harga Konsumen) merupakan indikator yang
paling sering digunakan untuk mengambarkan pergerakan suatu harga. Perubahan
IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari paket barang dan jasa
yang sering dikonsumsi.
2.
Pengangguran
Menurut Sukirno (2004: 28)
pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif
mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International
Labor Organization (ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:
·
Pengangguran terbuka adalah seseorang
yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak
bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.
·
Setengah pengangguran terpaksa adalah
seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri (berusaha
sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam
kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari
pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).
Sedangkan
menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa:
·
Setengah pengangguran terpaksa adalah
orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang masih mencari pekerjaan
atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.
·
Setengah pengangguran sukarela adalah
orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak mencari pekerjaan
dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain (BPS, 2000: 14).
Berdasarkan kepada faktor-faktor yang menimbulkannya,
pengangguran dibedakan kepada tiga jenis, yaitu (Simanjuntak, 1998: 14):
·
Pengangguran friksional adalah
pengangguran yang terjadi akibat kesenjangan waktu, informasi, maupun kondisi
geografis antara pencari kerja dan lowongan kerja.
· Pengangguran struktural adalah
pengangguran yang terjadi karena pencari kerja tidak memenuhi persyaratan yang
dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang ada.
· Pengangguran musiman adalah
pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. Pengangguran berkaitan dengan
fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi di sektor pertanian.
Untuk mengelompokkan masing-masing pengangguran
tersebut perlu diperhatikan dimensi-dimensi yang berkaitan dengan pengangguran
itu sendiri, yaitu (Bakir, 1984: 35):
1.
Intensitas pekerjaan (yang berkaitan
dengan kesehatan dan gizi makanan).
2.
Waktu (banyak di antara mereka yang
bekerja ingin bekerja lebih lama).
3.
Produktivitas (kurangnya
produktivitas seringkali disebabkan oleh kurangnyaSDM)
Berdasarkan dimensi di atas pengangguran dapat
dibedakan atas (BPS, 2000: 8) yaitu:
1.
Pengangguran terbuka, baik terbuka
maupun terpaksa. Secara sukarela, mereka tidak mau bekerja karena mengharapkan
pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan pengangguran terpaksa, mereka mau bekerja
tetapi tidak memperoleh pekerjaan.
2. Setengah pengangguran (under
unemployment) yaitu mereka yang bekerja di mana waktu yang mereka
pergunakan kurang dari yang biasa mereka kerjakan.
3. Tampaknya mereka bekerja, tetapi
tidak bekerja secara penuh. Mereka tidak digolongkan sebagai pengangguran
terbuka dan setengah pengangguran. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
·
Pengangguran tak kentara (disguised
unemployment).
·
Pengangguran tersembunyi (hidden
unemployment).
·
Pensiunan awal.
3.
Tabungan dan investasi
Tabungan merupakan bagian dari
pendapatan yang tidak digunakanuntuk konsumsi.Tabungan biasanya disimpan dibank
dalam bentuksaving (tabungan ), demand deposit (giro), dan deposit (deposito).
Ada pulatabungan yang digunakan untuk mendapatkan aktiva-aktiva keuanganatau
fisik, misalnya saham, sebagai balas jasanya mendapatkan deviden,bunga, dan
penerimaan sewa.
Faktor yang Mempengaruhi
·
Pendapatan Masyarakat
Pendapatan sangat berpengaruh terhadap
tingkat tabungan. Semakinbesar pendapatan semakin besar dorongan untuk menabung
sebagiandari pendapatan.
·
Tinggi rendahnya suku bunga
Tingkat suku bunga juga sangat
berpengaruh terhadap tingkattabungan karena semakin tinggi tingkat suku bunga
maka masyarakatakan semakin bersemangat untuk menabung.
·
Kepercayaan terhadap bank
Apabila suatu bank tidak dipercaya
maka tingkat tabungan akanmenurun.
·
Kondisi perekonomian makro
Bila kondisi perekonomian tidak
stabil, krisis ekonomi dan moneterterus berlangsung, pengangguran cenderung
meluas, masyarakat akanlebih memilih hal yang utama sehingga mengakibatkan
menurunnyatingkat konsumsi dan tabungan.
·
Hasrat untuk menabung
Hasrat untuk menabung ataumarginal
propensity to save (MPS)merupakan kecenderungan tambahan untuk menabung.
·
Distribusi Pendapatan
·
Dana Pensiun
·
Tabungan dan kekayaan yang sudah ada
Investasi
PengertianInvestasi adalah kegiatan
penanaman modal untuk memperluas dan meningkatkan produksi barang dan jasa
guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya investasi dapat
dibedakan menjadi investasi bruto dan investasi neto.
Investasi
Bruto
Investasi untuk meningkatkan kemampuan untuk
memproduksi barangdan jasa serta investasi pembelian benda-benda modal
mengalamipenyusutan. Adapun yang termasuk investasi bruto adalah
pembelianbarang-barang modal, seperti tanah, mesin-mesin industri, kendaraanmembangun
pabrik, kantor, perumahan, dan pembelian bahan-bahanserta barang-barang
persediaan
Investasi
Netto
Investasi bruto dikurangi penyusutan selama satu tahun.
Dilihat darisudut apakah investasi itu dipengaruhi oleh pendapatan nasional
atautidak, maka investasi dibagi 2 yaitu:
Autonomous
Investment adalah investasi mandiri yang tidakdipengaruhi oleh pendapatan
nasional. Pada umumnya investasi inidilakukan oleh pengusaha.
Induced
Investment adalah investasi yang dipengaruhi adanyapenanaman modal yang yang
dipengaruhi oleh pendapatannasional. Makin tinggi pendapatan nasional mekin
besar jumlah investasi
4. Pemerintah
Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak
melibatkan peran pemeritah dalam sistem perekonomiannya. Tidak juga di negara
yang menganut sistem kapitalis, yang menghendaki peran swasta lebih dominan
dalam mengelola perekonomiannya. Karena di dunia ini tidak ada satupun negara
yang menerapkan sistem kapitalis murni. Menurut Adam Smith, ahli ekonomi
kapitalis mengatakan peranan pemerintah hanya meliputi tiga fungsi saja, yaitu:
Memelihara
keamanan dan pertahanan dalam negeri
Menyelenggarakan
peradilan
Menyediakan
barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh pihak swasta
Dlam masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan
kemajuan akibat semakin majunya teknologi dan banyaknya penemu-penemu baru
serta semakin terbukanya perekonomian antar negara, menyebabkan begitu banyak
kepentingan yang saling terkait dan berbenturan. Hal ini menyebabkan
peranan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan perekonomian, karena
tidak semua bidang perekonomian bisa dilaksanakan oleh pihak swasta. Dengan
demikian dalam sistem perekonomian modern, peranan pemerintah dapat dibagi
dalam tiga bagian, yaitu:
Peranan
Alokasi
Peranan
Distribusi
Peranan
Stabilisasi
Peranan Stabilisasi
Peranan alokasi oleh pemerintah ini sangat dibuthkan
terutama dalam hal penyediaan barang-barang yang tidak dapat disediakan oleh
swasta yaitu barang-barang umum atau disebut jugabarang publik. Karena
dalam sistem perekonomian suatu negara, tidak semua barang dapat disediakan
oleh swasta dan dapat diperoleh melalui sistem pasar. Dalam hal seperti ini
maka pemerintah harus bisa menyediakan apa yang disebut barang publik tadi. Tidak
dapat tersedianya barang-barang publik tersebut melalui sistem pasar disebut
dengan kegagalan pasar. Hal ini dikarenakan manfaat dari barang
tersebut tidak dapat dinikmati hanya oleh yang memiliki sendiri, tapi dapat
dimiliki/dinikmati pula oleh yang lain, dengan kata lain, barang tersebut tidak
mempunyai sifat pengecualian seperti halnya barang swasta.
Peranan Distribusi
Peranan distribusi ini merupaka peranan pemerintah
sebagai distribusi pendapatan dan kekayaan. Tidak mudah bagi pemerintah dalam
menjalankan peranan ini, karena distribusi ini berkaitan erat dengan dengan
masalah keadilan. Sedangkan masalah keadilan sudah ini sudah terlalu kompleks,
sebab keadilan ini merupakan satu masalah yang bisa ditinjau dari berbagai
presepsi, bahkan masalah keadilan ini juga tergantung dari pandangan masyarakat
terhadap keadilan itu sendiri, karena keadilan itu merupakan masalah yang
relatif dan dinamis. Kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau
mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi penghasilan
yang ada dalam masyarakat
Peranan Stabilisasi
Kegiatan menstabilisasikan perekonomian yaitu dengan
menggabungkan kebijakan-kebijakan moneter dan kebijakan-kebijakan lain seperti
kebijakan fiskal dan perdagangan untuk meningkatkan atau mengurangi besarnya
permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan fullemployment dan menghindari
inflasi maupun deflasi. Peranan tabilisasi pemerintah dibutuhkan jika terjadi
gangguan dalm menstabilkan perekonomian, seperti: terjadi deflasi, inflasi, penurunan
permintaan/penawaran suatu barang, yang nantinya masalah-masalah tersebut akan
mengangkibatkan timbulnya masalah yang lain secara berturut-turut, seperti
pengangguran, stagflasi, dll.
5. Produktifitas
Produktivitas, khususnya produktivitas tenaga kerja
memiliki hubungan langsung dan positif dengan pertumbuhan
ekonomi. Produktivitas tenaga kerja meningkat berarti jumlah kerja yang
sama seperti sebelumnya dapat menghasilkan lebih sekarang. Seiring dengan
peningkatan produktivitas tenaga kerja, output yang dihasilkan yaitu,
peningkatan produksi Seiring dengan peningkatan produktivitas tenaga
kerja, begitu pula pendapatan dengan tenaga kerja. Jadi kenaikan konsumsi
mereka, yang mengarah ke peningkatan permintaan agregat perekonomian.
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan
sangat berpengaruh adalah inflasi dan pengangguran. Semakin mahalnya harga
barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan penurunan jumlah
permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian maka
akan mengakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada
terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut,
besar kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu,
lima faktor di atas harus berjalan beriringan dan seimbang.
Selain faktor-faktor di atas, terdapat juga
variabel-variabel yang mempengaruhi dunia bisnis, yaitu :
- Variabel Ekonomi. Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
- Variabel Teknologi. Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.
- Variabel Politik. Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
- Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar